logo

Tuesday 09th of February 2010

Online User


www.pplh.or.id
KEMBANGKAN MIKROHIDRO DI BULUKUMBA PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 09 Januari 2010 03:51

Dengan pengalaman membangun pembangkit listrik Mikro Hidro di 3 titik, PPLH sudah dibilang cukup capable dalam bidang ini. Dan sudah saatnya ekspansi diluar daerah agar tidak menjadi jago kandang saja.

Keiginan tersebut ternyata berbanding lurus dengan program GEF salah satu funding program energy alternative yang mencanangkan pengembangan Mikro Hidro di Luar Jawa khususnya untuk wilayah Indonesia timur.  Karena untuk di Jawa GEF hanya mendanai program biodiversity saja.

Bak gayung bersambut, salah satu pengembang dari Bulukumba memiliki keinginan untuk membangun mikro hidro di sana, dan meminta PPLH untuk menangani program tersebut. Akhirnya dengan biaya sendiri PPLH Seloliman bersama dengan PKM (Paguyuban Kali Maron) pada bulan Juni lalu melakukan FS (Fisiblelity Study) atau setudi kelayakan untuk pembangunan Mikro hidro disana baik secara fisik atau social masyarakatnya di Bulukumba.Tepatnya  di desa Nak-nak, Kec. Kindang, Kab. Bulukumba Sulawesi Selatan. Jika dari PPLH Puntondo masih melewati 2 kabupaten lagi ke arah timur, yaitu kab. Takalar dan Jeneponto.  

Dari hari FS tersebut didapatkan  hasil bahwa disana memungkinkan untuk dibangun satu site mikro hidro yang akan menghasilkan 38-50 Kw.Secara social juga sangat mendukung karena desa Nak-nak belum menikmati aliran listrik dari PLN. Sekarang ini warga desa Nak-nak yang berjumlah sekitar 400 KK, masih mengandalkan pembangkit listrik dari tenaga surya yang disediakan investor. Inipun kondisinya sangat memprihatinkan dari 400 panel yang ada sekarang tinggal setengahnya saja. Karena banyak yang rusak dan tidak diperbaiki oleh investor. Setiap panel-panel tersebut hanya bisa menghasilkan 30 w saja, jadi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik warga Nak-nak.

Hasil FS tersebut sudah dikirimkan ke GEF untuk dijadikan bahan pertimbangan, apakah mau mendanai progam pembangunan mikro hidro disana yang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 1,5 M. Jika tidak, maka PPLH Seloliman akan mencoba mencari terobosan lain, salah satunya dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan. -ynt

 
HASIL KEBUN PPLH SUDAH DI SERTIFIKASI ORGANIK PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 09 Januari 2010 03:44

Pada  bulan Juni yang lalu, PPLH Seloliman melakukan sertifikasi organic semua produk hasil kebun PPLH. Itu dilakukan untuk menyakinkan konsumen PPLH, bahwa produk yang dijual di PPLH benar-benar organic.

 Sebagai lembaga pendidikan lingkungan, PPLH selalu mensuarakan agar semua orang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya dalam bidang pertanian yang menyumbang terbesar untuk pencemaran tanah dan air, karena penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya selama proses budidaya sampai pasca panennya.

Untuk itu PPLH memberikan pengetahuan dan sekaligus contoh bagaimana melakukan pertanian yang ramah lingkungan, pada semua peserta program yang datang ke PPLH dan masyarakat sekitar PPLH. Sekitar ¼ bagian dari 3,7 Ha luas area PPLH dimanfaatkan untuk kebun sayur dan buah yang dikelolah secara organic. Hasil kebun tersebut dimanfaatkan untuk bahan baku menu di restoran Alas PPLH Seloliman.  

Walau PPLH sudah melakukan pengelolaan kebun sayur dan buah secara organic sejak 19 tahun yang lalu, guna memberikan kepastian dan kenyamanan pada konsumen maka dilakukanlah sertifikasi organic oleh LeSOS (Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman) untuk semua jenis sayuran, buah, empon-empon dan umbi-umbian. Sertifikasi organic tersebut meliputi penyiapan benih, pengelolaan lahan, proses budidaya, pasca panen dan pengolahan hasil.

Kendala yang dialami oleh PPLH selama melakukan sertifikasi adalah ketertipan administrasi  (pembukuan, pencatatan) selama proses budidaya dan pasca panen. Karena selama ini pencatatan yang dilakukan tidak hanya pencatatan proses budidaya saja, melainkan jadi satu dengan pencatatan aktifitas perorangan tim pertanian. Kendala lain yaitu mengenai sarana produksi, peralatan untuk produksi dan panen jadi satu, tempat pembenihan, dan tempat peralatan. Padahal seharusnya alat untuk produksi sendiri dan alat untuk panen sendiri.

Untuk menata kembali system keadministrasian pertanian di PPLH dibentuklah tim ICS (Internal Control System) yang bertugas mengontrol administasi dan keorganikan proses budidaya di PPLH. Dalam sistem tersebut setiap orang bertanggung jawab untuk bagian masing-masing.

1.       Suwarno, manager operasional PPLH sebagai Komisi persetujuan ICS yang berwenang untuk menyidangkan dan mengesahkan hasil dari ICS

2.       Abdul rouf, coordinator devisi pertanian sebagai Manager ICS yang bertanggung jawab terhadap pertanian organic di PPLH.

3.       Muzaqqi, anggota tim pertanian sebagai penanggung jawab lapang proses budidaya pertanian organiknya.

4.       Selamet Buono, anggota tim pertanian bagian memasarkan produk organic kebun PPLH

5.       Budi Luhur (P.Aga), anggota tim pertanian bertanggung jawab untuk mendokumentasikan semua kegiatan budidaya.

6.       Iswandi, coordinator restoran bagian pembelian.

7.       Sarli, anggota tim community development sebagai inspector organic internal.

Dengan adanya ICS ini diharapkan bisa mengontrol keorganikan hasil kebun PPLH Seloliman, dan memudahkan ketika memperpanjang sertifikat organiknya 3 tahun mendatang. -sriyanto

 
« MulaiSebelumnya12345BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 5

Polling

Bagaimana menurut anda tentang desain web baru PPLH ??
 
KlipingBidik 200 Desa Terpencil Rencana Gubernur Soekarwo Kembangkan PLTMH.
26/05/2009 | Administrator
article thumbnail

Mojoketo,Gunernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi tingginya inisiatif lokal untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro(PLTMH)Woy Lemah di desa seloliman kec [ ... ]



Dijalankan dengan Joomla!. Designed by: Free Joomla Template, multi domain hosting. Valid XHTML and CSS.